Cerpenmu.com API Random Cerpen

Merupakan sebuah website sederhana yang diperuntukan bagi para pembaca dan penulis cerpen (Cerita Pendek) Indonesia.

Di cerpenmu dot com kalian dapat membaca kumpulan cerpen bahasa indonesia secara gratis dari para sahabat cerpenmu, ataupun jika kamu seorang penulis atau memiliki hobby dalam menulis cerita, kamu bisa “mempublikasikan” hasil hasil karyamu di sini agar dapat dibaca oleh banyak orang dari seluruh Indonesia, GRATIS! dan tanpa akan dipungut biaya sepeser pun!, “Ekspresikan dirimu melalui hasil hasil karya cerpen mu di cerpenmu.com!”

Api Implement

[GET] http://api.fdci.se/cerpen

 

Code Implement

const request = require('request')
 
 request.get('http://api.fdci.se/cerpen', {json: true}, (error, response, body) => {
   if (!error || response.statusCode == 200) {
     console.log(JSON.stringify(body))
   } else { return throw error }
 })

$url = 'http://api.fdci.se/cerpen';
   $curl = curl_init($url);
   curl_setopt($curl, CURLOPT_RETURNTRANSFER, true);
   curl_setopt($curl, CURLOPT_HTTPHEADER, [
    'Content-Type: application/json'
   ]);
   $response = curl_exec($curl);
   curl_close($curl);
   echo $response . PHP_EOL;
 
package main
 
import "os"
import "fmt"
import "net/http"
import "io/ioutil"
import "encoding/json"
 
type tracks struct {
Toptracks []toptracks_info
}
 
type toptracks_info struct {
Track []track_info
Attr []attr_info
}
 
type track_info struct {
Name string
Duration string
Listeners string
Mbid string
Url string
Streamable []streamable_info
Artist []artist_info
Attr []track_attr_info
}
 
type attr_info struct {
Country string
Page string
PerPage string
TotalPages string
Total string
}
 
type streamable_info struct {
Text string
Fulltrack string
}
 
type artist_info struct {
Name string
Mbid string
Url string
}
 
type track_attr_info struct {
Rank string
}
 
func get_content() {
// json data
url := "http://api.fdci.se/cerpen"
 
res, err := http.Get(url)
 
if err != nil {
panic(err.Error())
}
 
body, err := ioutil.ReadAll(res.Body)
 
if err != nil {
panic(err.Error())
}
 
var data tracks
json.Unmarshal(body, &data)
fmt.Printf("Results: %v\n", data)
os.Exit(0)
}
 
func main() {
get_content()
}

Output : ( Random )

"BISAKAH?\nCerpen Karangan: DheaMboxwrite\nKategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Slice Of Life\nLolos moderasi pada: 25 October 2017\n\nAula PKM penuh sesak kali ini. Banyak mahasiswa satu program studi berkumpul\nserta bercakap-cakap di sini. Setidaknya, itu yang dilihatnya ketika\nmenginjakkan kaki di depan pintu kaca dengan tambahan kertas persegi\nbertuliskan: “Tempat seleksi calon anggota baru HIMA PBSI”.\n\n“Rame banget.” Keke mengkeret di depan pintu kaca. Salah satu tangannya\nmenyentuh pintu dengan ekspresi nelangsa. Ia akan melakukan tes wawancara di\nsini. Dari kelas ia sudah menyiapkan mental dengan sekuat tenaga, tetapi ketika\nmelihat banyaknya orang di dalam sana, nyalinya kembali turun dengan drastis.\n“Pede aja, deh, Ke. Badan lo gede, masa’ nyali lo secuil,” celetuk Acha sambil\ntertawa geli.\n“Anjay, lo!” sungut Keke menyikut pinggang Acha pelan. “Iya juga sih, ya.”\nSontak, orang-orang di sekitarnya tertawa, bukan hanya Acha saja. Keke nyengir\nmenatap satu-persatu dari mereka. Tingkahnya selalu saja mengundang tawa geli\nbagi yang sengaja mendengarnya maupun yang sekilas mendengar.\n\nKeke memasuki aula PKM yang hanya berukuran ruang untuk kuliah. Dilihatnya\nteman-teman sekelas sedang duduk di dekat dinding menunggu giliran tes. Matanya\nia edarkan kembali pada mahasiswa lain yang sedang diwawancara. Wajah mereka\nterlihat tegang. Seketika satu bulir keringat turun melewati pelipisnya.\n\n“Silahkan tanda tangan dulu untuk presensi, mbak.”\n\nDidapatinya salah satu bangku dekat pintu kaca. Dengan cepat, ia raih kursi itu\ndan duduk menenangkan diri di sana.\n\n“Eh, Ke. Presensi dulu,” tegur Nova dengan mata yang seolah-olah mengatakan “Lo\ndikasih tau presensi dulu malah main duduk aja!”\n\nKembali, Keke nyengir kuda. Dengan tanpa melepaskan pegangan tangannya pada\nkursi, gadis itu segera tanda tangan dan kembali ke tempat semula.\n\nSatu-persatu temannya dipanggil. Bukan, lebih tepatnya mengajukan diri dites\nketika salah satu penguji menawarkan untuk dites. Beberapa kali ia ditawari\nuntuk dites terlebih dahulu agar tidak menunggu lama. Tapi dasar karena masih\ngugup, ia malah menunjuk-nunjuk teman-temannya yang lain.\n\n“Liv, gue deg-degan banget sumpah! Tolongin gue,” bisik Keke sambil menggenggam\nerat tangan Oliv hingga gadis itu tersentak.\n“Gila, Ke. Dingin banget tangan lo.”\nKeke hanya tersenyum tipis, berusaha kembali membangun benteng-benteng\npertahanan yang ia sebut mental dan nyali. Ia menghela nafas. Sebenernya, ini\nbukan pertama kalinya ia melewati hal-hal semacam ini. Tetapi entah mengapa,\nkali ini rasanya beda. Ia merasa bahwa ia mengikuti open recruitmen HIMA sia-sia\nbelaka.\n\n“Mbak, udah diwawancara?” tanya salah satu penguji perempuan pada Keke dan Oliv.\nJelas saja Keke terkejut.\n“Gue duluan aja, deh,” putusnya. “Doain gue, Liv.”\n“Tentu, bro! Pede aja, tenangin diri lo.”\n\nKeke mengacungkan jempol pada Oliv sebelum mengikuti langkah calon pengujinya\nhari ini. Ia duduk di kursi plastik tepat di depan pengujinya yang baru ia\nketahui bernama Oik. Sambil menunggu Oik mengambil berkas di meja sampingnya, ia\nmasih sempat-sempatnya mengelilingi ruangan dengan matanya, siapa tahu hal ini\nbisa menetralisir rasa gugupnya.\n\nTatapan matanya terhenti pada seseorang di pojok ruangan, seorang pemuda yang\npernah ia lihat sebelumnya saat ospek dan di selasar gedung perkuliahan.\nPemuda berbadan tinggi kurus, rambut panjang yang dibuat jabrik -atau entah\nmemang seperti itu dan tidak bisa diubah-, mengenakan jaket berwarna abu-abu\nyang senada dengan baju yang dikenakan. Setelah sekian lama, akhirnya ia\ndipertemukan kembali di sini.\n\nNamun bukan itu yang membuatnya terdiam terpaku di kursi. Sejak ia menemukan\nsosoknya di pojok ruangan, pemuda itu telah mengarahkan matanya ke arah tempat\nia akan dites. Keke mengernyit bingung. Pemuda itu lalu tersenyum simpul dan\njuga… manis?\nDia senyum sama siapa?\n\nKeke menoleh ke samping kirinya di mana ada mahasiswi lain yang sedang melakukan\nwawancara. Semua tatapan mereka tertuju pada penguji masing-masing. Lalu kepada\nsiapa pemuda itu tersenyum? Nggak mungkin sama gue, kan?\n\nKeke menutup matanya. Apa yang ia lakukan? Kenapa ia tetap menatap pemuda itu?\nIa membuka mata dan sekilas melirik pemuda itu, dan tetap tersenyum. Keke\nmemalingkan muka, menghadap ke belakang, pura-pura memperhatikan salah satu\ntemannya yang sedang menjawab pertanyaan dengan lancar.\nTerbesit sebuah tanya di benaknya. Apakah ia masih tersenyum manis seperti itu?\n\nMeski ia merutuki pertanyaannya baru saja, tetap saja ia menatap kembali pemuda\nitu. Gotcha! Pemuda itu tersenyum ketika ia menatapnya. Mau tak mau, seketika\nitu juga, ia tersipu dan langsung menghadap pengujinya.\n\nMata Keke menatap serius Oik di depannya, mendengar setiap kata yang terlontar\ndan pertanyaan klise yang biasa diberikan pada calon anggota baru. Keke\ntersenyum tipis kala senyuman itu melintas di benaknya, senyuman pemuda yang tak\nkalah manisnya.\nTerbawa perasaan. Bolehkah ia berpendapat bahwa hal itu tak menyakitkan?\n\nTatapan matanya kembali memperhatikan penguji di depannya tanpa melepaskan\nsenyum simpulnya. Serta diam-diam membisikkan harapan kecil di hatinya.\nBisakah kita dipertemukan kembali, Takdir?\n\nCerpen Karangan: DheaMboxwrite\nBlog: dheaaliviawriter75.blogspot.co.id\nMahasiswi UPGRIS semester 2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Asal\nPemalang.\nIG: raindhealv_\nwattpad: raindhea\nsankyu!\n\nCerpen Bisakah? merupakan cerita pendek karangan DheaMboxwrite, "
Close
Close